Ayutthaya, Thailand (Thailand Tengah)
BerandaDestinasi › Ayutthaya
Thailand Tengah

Ayutthaya

Bekas ibu kota kerajaan kuno (UNESCO): reruntuhan kuil berusia ratusan tahun dan kepala Buddha tersohor yang dipeluk akar pohon.

📅 1–2 malamBudayaAutentikAlam

Kenapa Ayutthaya? Bekas ibu kota kerajaan kuno (UNESCO): reruntuhan kuil berusia ratusan tahun dan kepala Buddha tersohor yang dipeluk akar pohon.

Satu jam lebih ke utara dari Bangkok terbaring kerangka sebuah kota yang dahulu termasuk salah satu terbesar dan terkaya di bumi. Ayutthaya adalah ibu kota Siam selama empat abad hingga pasukan Burma meratakannya pada 1767, dan yang tersisa - prang bata, Buddha tak berkepala, satu kepala Buddha batu yang terpeluk abadi dalam akar pohon ara - terasa menghantui dalam keheningan.

Satu malam sudah cukup, dan cocok juga sebagai wisata sehari. Namun menginap membuat Anda bisa bersepeda menyusuri reruntuhan saat cahaya keemasan ketika bus wisata telah pergi.

🌴 Ayutthaya ke perjalananmu?

Tambahkan di perencana →

Hal yang bisa dilakukan di Ayutthaya?

Untuk setiap aktivitas kamu melihat ketersediaan dan harga terkini — jadi kamu bisa pesan lebih awal dengan harga terbaik.

Cara ke sana & berkeliling

Cara termurah dan paling bersuasana adalah kereta biasa dari Krung Thep Aphiwat / Hua Lamphong Bangkok (sekitar 1,5 jam, tiket mulai 15-65 baht); minivan dan kereta wisata lebih cepat. Taman sejarahnya luas tetapi datar, jadi sewa sepeda (sekitar 50 baht sehari) atau motor dari guesthouse, atau sewa sopir tuk-tuk per jam (200-300 baht) untuk berkeliling kuil-kuil utama. Feri penyeberangan sungai kecil menghubungkan kota dengan beberapa reruntuhan di pinggiran dengan beberapa baht.

Tempat menginap

Sebagian besar pelancong berbasis di pulau Ko Ratana Chai sekitar kawasan Pasar Malam Naresuan dan Bang Ian, tempat guesthouse hemat dan sejumlah butik tepi sungai bergaya yang makin bertambah berada dalam jarak bersepeda dari reruntuhan. Ini kota kecil yang santai - jangan harapkan kehidupan malam selain bir di tepi sungai, yang justru itulah intinya.

Reruntuhan & daya tarik

Jangan mencoba melihat keempat puluh sekian kuil. Yang penting: Wat Mahathat untuk kepala Buddha ikonik dalam akar pohon (berjongkoklah untuk foto - kepala Anda tak boleh lebih tinggi dari kepala Buddha); Wat Phra Si Sanphet dengan tiga chedi yang telah dipugar; dan Wat Chaiwatthanaram, kompleks tepi sungai bergaya Khmer yang berpendar saat matahari terbenam dan layak dijadikan patokan waktu kunjungan Anda. Tiket terusan beberapa kuil menghemat sedikit dibanding bayar per situs.

Kuliner & malam hari

Hidangan khas Ayutthaya adalah boat noodles (kuaitiao ruea) - mangkuk kecil beraroma kuat yang Anda pesan beberapa - plus udang sungai raksasa lokal (kung mae nam), dibakar, mahal tetapi berkesan. Pasar Malam Bang Ian dan pasar tepi sungai yang lebih kecil adalah tempat mencicipi terbaik di malam hari. Tutup hari dengan pelayaran sungai matahari terbenam yang lambat melewati kuil-kuil bermandikan lampu, biasanya diatur lewat guesthouse Anda.

Tempat menginap di Ayutthaya?

Bandingkan harga dari beberapa situs untuk tempat ini dalam satu klik.

Disarankan: 1–2 malam

Satu malam cukup untuk menjelajahi reruntuhan dengan sepeda atau tuk-tuk; cocok pula sebagai wisata sehari dari Bangkok.

Wilayah
Thailand Tengah
Cocok untuk
pencinta budaya, sejarah, wisata sehari
Suasana
Budaya, Autentik, Alam

Di sekitar

Pertanyaan umum

Apa yang bisa dilakukan di Ayutthaya?
Antara lain: Wat Mahathat - kepala Buddha di akar pohon, Wat Chaiwatthanaram, Wat Phra Si Sanphet, Bersepeda di antara reruntuhan. Lihat daftar lengkap di atas dan tambahkan tempat ini ke rencana perjalananmu.
Kenapa Ayutthaya terkenal?
Bekas ibu kota kerajaan kuno (UNESCO): reruntuhan kuil berusia ratusan tahun dan kepala Buddha tersohor yang dipeluk akar pohon.
Berapa hari sebaiknya di Ayutthaya?
Kami menyarankan 1–2 malam. Satu malam cukup untuk menjelajahi reruntuhan dengan sepeda atau tuk-tuk; cocok pula sebagai wisata sehari dari Bangkok.

Siap merencanakan?

Susun rute Thailand-mu →